Dimanapun Anda berada disitulah Anda berada

Promo Wherever You Go, There You Are Mindfulness Meditation (Jon Kabat) -  Kab. Bogor - TEKNIK & SAINS BOOK | Tokopedia
Sumber gambar : Internet

Alhamdulillah masih tetap bisa produktif selama isolasi mandiri dengan menulis artikel singkat ini. Dan benar sekali, saya selalu tetarik untuk menuliskan hal – hal kecil dan sederhana tentang sikap kita dalam keseharian agar kita selalu mendapatkan keberhasilan – keberhasilan dan kebahagiaan tentunya. Saya awali dengan pertanyaan – pertanyaan berikut ini kepada Anda. “Apakah Anda pernah mengalami kejadian dimana saat Anda sedang cuti dan berlibur, namun Anda kepikiran tentang pekerjaan Anda?, atau sebaliknya ketika Anda sedang sibuk dengan pekerjaan Anda justru Anda membayangkan diri Anda sedang menikmati cuti dan liburan. Atau situasi dimana Ketika Anda sudah sampai di rumah, Anda memikirkan tugas di kantor yang belum selesai dikerjakan. Dalam pertanyaan yang lain, untuk Anda yang berprofesi sebagai karyawan seperti saya, Apakah Anda pernah menginginkan berada di perusahaan tertentu di luar perusahaan Anda yang menurut Anda akan memberikan gaji dan benefit yang lebih baik dari perusahaan Anda saat ini berada?”. Jika dari pertanyaan – pertanyaan tersebut jawaban Anda adalah saya pernah mengalami, maka pertanyaan saya selanjutnya adalah “Apa yang Anda rasakan ? tenang, damai, Bahagia atau justru sebaliknya ?”. Tentunya justru mengganggu dan justru meningkatkan kecemasan serta ketidakpuasan.

Terdapat sebuah buku yang sangat bagus karya John Kabat – Zinn yang berjudul Whenever You Go, There You Go. Seperti dinyatakan oleh judul itu, dimanapun Anda berada, ajaklah diri Anda serta. Makna dari pernyataan ini adalah mengajari kita untuk tidak lagi berharap di tempat lain. Kita cenderung percaya bahwa bila kita berada ditempat lain – sedang dalam liburan, sedang di perusahaan lain, di rumah yang lain, dalam suasana yang lain – akan terasa lebih Bahagia dan lebih puas. Padahal sejatinya hal ini tidak akan pernah terjadi. Kita tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan dan kepuasan Ketika kita berada di suatu tempat namun kita ingin dan berharap di tempat yang lain.

Sikap ini adalah salah satu sikap sederhana bagaimana kita akan mendapatkan kedamaian dan kebahagiaan. Bukankah kita sering mendapatkan sebuah nasehat, “jangan iri dengan rejeki tetangga”, focus dengan apa yang saat ini kita jalani, melakukan yang terbaik apa yang menjadi tugas kita dan tentunya ditempat dimana kita berada. Saat ini, Yup saat ini. Bahwa nanti akan ketempat lain dan melakukan pekerjaan yang lain, itu nanti. Focus dengan saat ini dan disini. Filosofi ini sederhana, seperti halnya mobil, dikemudikan dari dalamnya, bukan sebaliknya. Kita yang menentukan kedamaian dan kebahagiaan kita. Bukan orang atau tempat lain. Bila kita memfokuskan diri untuk lebih berdamai dengan dimana kita berada, bukan berpikir sebaiknya dimana sebaiknya kita berada, kita akan mulai menemukan kedamaian dan kebahagiaan sekarang juga, pada saat ini. Dengan demikian, bila kita berkeliling mencoba benda – benda baru, dan bertemu dengan orang – orang baru, kita tetap bisa merasakan kedamaian batin.

Sekali waktu, saya mendapatkan nasehat dari dari Abah saya saat saya pulang kampung. “Sekalipun kalian tinggal di kota besar, namun Ketika ke kampung, milikilah kerahaman sebagaimana orang – orang kampung kita. Kalau di Jakarta, kalian mengenal dan menyapa hanya 10 orang tetangga kalian dari 400 tetangga yang ada di lingkungan kalian, mungkin tidak menjadi soal. Namun, sebagai orang kampung, keramahan itu adalah Ketika kita menyapa dengan siapapun orang yang kita temui.” Dimana saat ini kita berada, bukan hanya focus kepada apa yang akan kita lakukan, yang kita pikirkan namun juga sikap apa yang kita miliki. Memang benar bahwa “dimanapun kita berada, disitulah kita berada”. Sikap kita Ketika berada di suatu tempat akan mempengaruhi mental kebiasaan kita. Kenyataannya adalah, apabila kita memiliki kebasaan mental yang merusak – mudah jengkel dan terganggu, sering sekali merasa marah dan frustasi, atau terus – menerus berharap segala sesuatu akan berbeda – kecenderungan yang sama akan mengikuti kita, kemana pun kita pergi. Sehingga Ketika berada di tempat yang lain yang seharusnya kita mendapatkan kedamaian di tempat itu, kita justru mendapatkan sebaliknya, karena diri kita sendiri yang membawa sikap negatif dari tempat sebelumnya. Dan, hal yang sebaliknya juga berlaku. Bila kita secara keseluruhan adalah orang yang bahagia yang jarang merasa jengkel dan terganggu, kita dapat berpindah dari tempat ke tempat, dari orang ke orang dengan sedikit dampak negative. Dan kepuasan, kedamaian dan kebahagiaan pun kita miliki setiap saat, setiap waktu di setiap tempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.