Ucapan kita menentukan kekuatan langkah kita

Sebaik dan Seburuk Ucapan adalah Doa Halaman 1 - Kompasiana.com
Sumber gambar : Kompasiana

Tanpa bermaksud berlebihan, namun judul tulisan ini tetap masuk akal kita. Kita saat ini sampai pada pencapaian saat ini karena kita berproses untuk meraihnya. Kita melakukan tindakan dan bekerja, bergerak untuk mewujudkan cita cita kita di hari ini, yang dimulai dari seminggu, atau sebulan, setahun atau bahkan bertahun tahun yang lalu. Sampai akhirnya kita di posisi ini. Keuangan yang cukup untuk diri kita dan keluarga kita, rumah yang, Alhamdulillah cukup nyaman untuk diri kita dan keluarga kita. Sepeda motor atau mobil yang bisa kita gunakan untuk mobilitas kita, pencapaian karir kita, penghormatan dari tetangga dan masyarakat sekitar kita, maupun kebanggaan dari keluarga kita atas diri kita. Semuanya adalah pencapaian kita. Semuanya adalah kehidupan kita. Dan usaha dan kerja keras yang kita lakukan itu tentunya diawali dari sebuah motivasi dan dilanjutkan dengan langkah pertama yang akan menentukan langkah langkah kita selanjutnya.

Dalam tulisan saya yang lain saya cukup banyak mengulas tentang motivasi dengan segala perannya dalam usaha dan perjuangan kita untuk mencapai sebuah cita cita dan pencapaian kita. Namun tulisan kali ini saya tertarik untuk membahas tentang syarat yang kedua, yaitu bagaimana kita mampu membuat langkah pertama yang kuat sehingga menjadi pijakan untuk langkah langkah selanjutnya. Dan kekuatan langkah pertama ini sangat dipengaruhi oleh bagaimana kita menunjukkan kekuatan itu dalam bentuk perkataan yang keluar dari mulut kita. Yup… benar sekali, perkataan yang keluar dari mulut kita tentang seberapa besar kekuatan langkah pertama kita akan menentukan berhasil atau tidaknya langkah pertama tersebut.  Bayangkanlah jika seorang petinju melangkah ke dalam ring, dan berkata kepada dirinya sendiri “Saya seorang pecundang,saya seorang pengecut”. Maka berapa lama ia akan berakhir di atas ring ?. Tidak lebih dari dua ronde petinju itu akan dikalahkan oleh musuhnya.

Salah satu film yang saya sukai saat kecil dulu adalah film Saint Saiyya, sebuah film yang memberikan pelajaran bahwa keyakinan tentang kekuatan dirinya mampu membawa prajurit prajurit perak yang mampu mengalahkan prajurit emas. Padahal secara teorinya, perak tentunya akan kalah dengan emas. Namun itulah keajaiban dari kalimat “positif” yang memberikan kekuatan. “Aku Pasti bisa mengalahkannya, aku pasti bisa melaluinya, pasti bisa meraihnya. Aku kuat dan mampu melakukannya”. Dalam sebuah sesi pelatihan Training Of Trainer yang saya selenggarakan, salah seorang peserta mengatakan kepada saya sesaat setelah saya tunjuk beliau untuk tampil di depan kelas menyampaikan presentasi beliau, “Di dunia ini dua hal yang saya takuti Pak Saudi. Pertama adalah kematian dan yang kedua adalah Presentasi”. Ketawa saya mendengarnya, namun inilah fakta yang bisa jadi kita pun pernah mengalami hal yang sama. Saya katakana kepada beliau “Saya tidak mau mendengar kalimat itu keluar dari mulut Bapak, namun saya ingin Bapak mengatakan bahwa Saya akan presentasi dan saya bisa menyampaikan presentasi ini. Saya sudah belajar dan saya mengetahui apa yang akan saya sampaikan”. Kemudian Beliau mengikuti kalimat kalimat yang saya inginkan beliau ucapkan. Dan setelah menyampaikan presentasi, saya bercanda kepada beliau “Ndak pingsan kan pak?”. Beliau tersenyum puas, karena ternyata punya kekuatan yang mampu mengalahkan ketakutan nomor dua dalam hidupnya.

Terkadang kita membuat resep resep kegagalan untuk diri kita sendiri. Kita mengatakan bahwa kita lemah, tidak mampu melalukan atau tidak bisa menyelesaikan tantangan dan rintangan yang ada dalam kehidupan kita. Lantas, kita juga akhirnya mengeluh karena kita menghadapi sebuah kegagalan. Jadi bagaimana  caranya agar kita memulai untuk berfikir secara positif ? Langkah pertama adalah dengan memperhatikan ucapan kita. Sadarilah apa yang kita katakan kepada diri kita dengan sesadar sadarnya. Bahwa ucapan kita akan memberikan kekuatan atau kelemahan kepada diri kita. Mulai hari ini, jangan pernah mengatakan sesuatu yang buruk tentang diri kita. Jangan pernah berkata kepada orang lain “Saya tidak berguna, saya pastinya tidak bisa menyelesaikan target tersebut”. Mari kita buat  suatu komitmen “Mulai hari ini, saya akan mengkritik diri saya sendiri. Jika saya tidak mempunyai sesuatu yang baik untuk dikatakan tentang diri saya, maka saya akan menutup mulut saya.”

Kadang kadang sulit untuk mengontrol pikiran kita. Tetapi kita dapat mengontrol apa yang keluar dari mulut kita. Memang benar bahwa teorinya Satria dan prajurit emas itu lebih kuat dibandingkan dengan satria dan prajurit perak, namun yang keluar dari mulut para satria perak itu adalah ucapan yang memberikan kekuatan. Bukan sebaliknya. Memang benar bahwa kenyataanya presentasi itu susah, apalagi baru pertama kali presentasi. Namun kita tidak boleh mengatakan bahwa kita tidak bisa melakukannya. Pertama tama, kita mengontrol bahasa kita, lalu kita memulainya untuk mempunyai pikiran positif dan kehidupan akan menjadi lebih baik. Karena langkah pertama kita akan kuat dan mantap, yang akan menjadi pijakan langkah langkah selanjutnya.

Tetap Semangat dan kontribusi terbaik

Leave a Reply

Your email address will not be published.